Perusahaan solusi pengiriman pesan bergerak, Acision, memperkirakan pendapatan dari layanan pesan bergerak (SMS) akan mencapai US$ 165 miliar pada tahun 2011. Ini artinya ada peningkatan sebesar 200 persen dari prediksi semula US$ 116 miliar.
Managing Director Acision Asia Pasifik, Boudewijn Pesch, mengatakan, pertumbuhan jumlah pesan yang dikirim antar perangkat bergerak memang tidak sebesar lima tahun terakhir. "Tetapi tetap tumbuh secara signifikan," ujarnya di Jakarta hari ini.
Sejak diluncurkan pertama kali 15 tahun yang lalu, pesan pendek mengalami pertumbuhan yang luar biasa. Sampai hari ini layanan ini telah menghasilkan 6000 persen return of investment (ROI) atau kalau dirata-ratakan sekitar 400 persen setiap tahun.
Acision, yang melayani lebih dari 50 persen lalu-lintas pesan pendek di seluruh dunia, yakin pada tahun mendatang pendapatannya meningkat sampai dua kali lipat. Telkomsel, Indosat dan Natrindo adalah pelanggan Acision di Indonesia.
"Untuk tahun depan kami perkirakan pertumbuhan untuk Indonesia antara 40 sampai 50 persen," ujarnya.
Indonesia, menurut Boudewijn, adalah salah satu negara yang bakal masuk dalam 10 besar pengguna layanan pesan pendek tertinggi. Posisi pertama diduduki Filipina yang rata-rata mengirimkan 23 pesan pendek per hari per orang, disusul Malaysia dan Denmark.
Di Indonesia Acision mencatat rekor mengirimkan pesan pendek terbanyak pada lebaran tahun ini. "Selama bulan September SMS Center Acision dari tiga operator mengirimkan 11,6 miliar pesan," ujar Boudewijn.
Periode puncaknya sendiri, lanjutnya, terjadi selama perayaan lebaran di mana SMS Center Acision mengirimkan tidak kurang dari 1,4 miliar pesan pendek dalam waktu tiga hari saja. "Ini meningkat 25 persen dari rata-rata lalu-lintas pengiriman pesan tiap harinya yang mencapai 376 juta," ujarnya. (Sumber: TEMPO Interaktif)